Di jenjang SMA, kebutuhan belajar siswa mulai bergerak ke arah yang lebih spesifik: bukan hanya memahami materi, tetapi juga mempersiapkan diri untuk dunia setelah sekolah, terutama perguruan tinggi. Di Darul Hikam Integrated School (DHIS) Secondary Lodaya, hal ini didukung melalui penerapan ACT Global Assessment Certificate (GAC) sebagai kurikulum pengayaan.
Program ini dirancang untuk menjembatani siswa dari lingkungan sekolah menuju sistem pembelajaran di universitas, dengan pendekatan yang lebih mandiri, terstruktur, dan kontekstual.
Pendekatan Holistik dalam Pembelajaran
ACT GAC tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi mengembangkan siswa secara menyeluruh. Pembelajaran mencakup beberapa aspek utama, mulai dari kemampuan akademik inti, keterampilan berpikir, hingga pengembangan sikap dan kesiapan diri.
Siswa tidak hanya belajar mata pelajaran seperti English, Math, atau Science, tetapi juga dilatih dalam:
- Research dan problem solving
- Communication dan penggunaan teknologi
- Study skills yang relevan dengan sistem perkuliahan
- Social dan emotional skills melalui project-based learning
Pendekatan ini membuat proses belajar terasa lebih “nyambung” dengan kebutuhan nyata yang akan mereka hadapi di jenjang berikutnya.
Lebih dari Sekadar Akademik
Salah satu kekuatan ACT GAC adalah pendekatan holistiknya. Siswa tidak hanya dinilai dari hasil akademik, tetapi juga dari bagaimana mereka berpikir, berinteraksi, dan mengelola diri.
Dalam prosesnya, siswa mulai terbiasa untuk:
- Mengatur cara belajar mereka sendiri
- Menyampaikan ide secara terstruktur
- Bekerja dalam tim dengan dinamika yang lebih kompleks
- Menjaga konsistensi dan tanggung jawab dalam jangka waktu yang lebih panjang
Hal-hal ini seringkali menjadi tantangan saat siswa pertama kali masuk universitas—dan justru di sinilah GAC memberi bekal sejak awal.
Lebih Siap Masuk Universitas
ACT GAC secara khusus dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan sistem pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Beberapa manfaat yang cukup terasa bagi siswa antara lain:
- Terbiasa dengan academic English dalam konteks perkuliahan
- Memahami cara mengerjakan research dan assignment berbasis analisis
- Memiliki study skills yang lebih matang, seperti time management dan independent learning
- Lebih siap menghadapi assessment internasional, termasuk ACT
Dengan kata lain, siswa tidak mulai dari nol ketika memasuki dunia kampus. Mereka sudah memiliki gambaran, kebiasaan, dan keterampilan dasar yang dibutuhkan.
Pembelajaran yang Lebih Terarah ke Masa Depan
Melalui ACT GAC sebagai kurikulum pengayaan, DHIS Secondary Lodaya membantu siswa mempersiapkan langkah berikutnya dengan lebih terarah. Bukan hanya “lulus sekolah”, tetapi benar-benar siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan percaya diri.
Jika Anda ingin mengetahui bagaimana program ini dijalankan dalam keseharian siswa, Anda bisa mengenal DHIS Secondary Lodaya lebih dekat.



