Di jenjang SMP, masa belajar siswa tidak hanya tentang memahami materi, tetapi juga tentang membangun cara berpikir, rasa ingin tahu, dan kesiapan menghadapi tantangan yang lebih luas. Di Darul Hikam Integrated School (DHIS) Secondary Lodaya, hal ini diwujudkan melalui penggunaan Cambridge Curriculum sebagai kurikulum pengayaan.
Kurikulum ini tidak menggantikan kurikulum nasional, tetapi melengkapinya. Dengan pendekatan internasional yang terstruktur, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih variatif sekaligus menantang.
Apa yang Berbeda dari Cambridge?
Pendekatan dalam Cambridge menekankan pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan. Siswa diajak untuk aktif bertanya, menganalisis, dan menghubungkan materi dengan situasi nyata.
Proses belajar pun menjadi lebih eksploratif. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dilatih untuk mencari tahu, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri—terutama dalam penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam beberapa aktivitas pembelajaran.
Manfaat bagi Siswa SMP
Di fase SMP, siswa mulai belajar tidak hanya menerima materi, tetapi memahami cara berpikir di baliknya. Melalui pendekatan Cambridge:
- Pemahaman konsep yang lebih kuat
Siswa belajar “mengerti”, bukan sekadar “mengingat”. - Kemampuan berpikir kritis dan analitis
Soal dan aktivitas dirancang untuk melatih cara berpikir, bukan hanya mencari jawaban benar. - Kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris
Siswa terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks akademik secara natural. - Persiapan untuk jenjang pendidikan berikutnya
Baik untuk kurikulum nasional maupun internasional, siswa memiliki fondasi yang lebih siap.
Cambridge Checkpoint: Lebih dari Sekadar Ujian
Salah satu bagian penting dari program ini adalah Cambridge Checkpoint, yaitu evaluasi yang dilakukan secara internasional untuk mengukur pemahaman siswa di beberapa mata pelajaran utama.
Namun, Checkpoint bukan sekadar ujian. Ada beberapa nilai lebih yang bisa didapatkan siswa:
- Standar penilaian internasional
Hasil belajar siswa diukur dengan standar global, sehingga memberikan gambaran yang lebih luas tentang kemampuan mereka. - Benchmark global
Hasil Checkpoint memungkinkan siswa mengetahui posisi mereka dibandingkan dengan siswa lain di berbagai negara. - Persiapan menuju program internasional lanjutan
Seperti ACT Test, SAT Test atau program global lainnya di jenjang berikutnya.
Belajar Lebih Luas, Berkembang Lebih Siap
Melalui Cambridge sebagai kurikulum pengayaan, siswa DHIS Secondary Lodaya tidak hanya belajar untuk hari ini, tetapi juga dipersiapkan untuk masa depan. Mereka dibekali dengan cara berpikir, keterampilan, dan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang terus berkembang.
Tertarik mengetahui bagaimana program ini dijalankan dalam keseharian siswa? Kami mengundang Anda untuk mengenal lebih dekat pembelajaran di DHIS Secondary Lodaya.



